Kupang — Musyawarah Karya (MusKa) Kolping Keuskupan Agung Kupang sukses dilaksanakan pada Minggu, 4 Mei 2025, bertempat di halaman depan Gua Doa Gereja Katolik Santa Theresia, Tenau, Kupang. Musyawarah ini dibuka secara resmi oleh Ketua Karya Kolping Kupang, Bapak Fransiskus Lemba, dan dihadiri langsung oleh Ketua Kolping Indonesia, Bapak Adam Musi, yang juga sedang melakukan kunjungan kerja.
MusKa adalah forum pengambilan keputusan tertinggi di tingkat keuskupan dalam Kolping, di mana para anggota berkumpul untuk meninjau dan menetapkan arah kegiatan organisasi, termasuk pemilihan pengurus baru.
Sebanyak 18 peserta hadir mewakili Kolping Family (KF) Tenau, Lasbaun, Osmok, dan Kolping Muda Tenau. Dalam sambutannya, Bapak Adam Musi mengingatkan kembali semangat Beato Adolf Kolping yang menjadi dasar gerakan Kolping: membangun persaudaraan kristiani, memperkuat iman Katolik, dan menjunjung tinggi prinsip demokrasi kekeluargaan dalam setiap pengambilan keputusan.
Acara dilanjutkan dengan sesi perkenalan singkat antar peserta untuk mempererat rasa kekeluargaan. Dalam semangat musyawarah, para peserta membahas dan mengesahkan Anggaran Dasar Karya Kolping Kupang yang dimoderatori langsung oleh Bapak Adam Musi. Dokumen ini kemudian ditandatangani secara resmi oleh seluruh peserta.
Setelah pengesahan, dilakukan proses pengajuan dan pemilihan pengurus baru Karya Kolping Keuskupan Agung Kupang masa bakti 2025–2030. Masing-masing calon diajukan oleh perwakilan keluarga Kolping dan memaparkan visi mereka secara singkat.
Hasil pemilihan menetapkan susunan pengurus sebagai berikut:
Ketua: Anselmus Abi
Wakil Ketua: Siprianus Padi
Sekretaris: Helena Ernawati
Bendahara: Florentina Ringa
Pengawas: Yoseph Timu
Preses (Pendamping Rohani): Rd. Kristoforus Muda (Imam Keuskupan Agung Kupang)
Staf Koordinator: Maria Goreti Seda
Para pengurus terpilih merupakan anggota Kolping yang telah aktif sejak tahun 2003. Mereka dikenal memiliki pengalaman, pengetahuan, dan semangat tinggi untuk melanjutkan pelayanan Kolping dengan teladan hidup Beato Adolf Kolping.

Di akhir kegiatan, Ketua Kolping Indonesia menyampaikan ucapan selamat kepada pengurus terpilih dan seluruh peserta Musyawarah. Ia juga menyampaikan harapan agar Kolping Kupang terus tumbuh menjadi komunitas yang kuat, inklusif, dan berdaya guna.
Semangat Lopo, yang merupakan falsafah khas Nusa Tenggara Timur, menjadi inspirasi penting dalam musyawarah ini. Lopo melambangkan ruang bersama yang terbuka, tempat berkumpulnya keluarga besar untuk berdiskusi, mengambil keputusan bersama, dan menjaga keberlanjutan kehidupan bersama. Nilai-nilai demokrasi, kekeluargaan, dan keberlanjutan yang terkandung dalam Lopo sejalan dengan semangat Kolping — membangun dari akar, bersama dan untuk semua.
Selamat kepada pengurus baru Karya Kolping Keuskupan Agung Kupang! Semoga Kolping semakin hadir sebagai kekuatan perubahan sosial yang bermartabat dan berlandaskan iman.